Type Pola Asuh Orang Tua Terhadap Anaknya

“Bu Dion galak sih kalau sama anak. Aku kan nggak bisa galak ke anak.”
*Ini response orang tua atas contoh yang saya berikan dalam keseharian saya dengan Menur*

“Bedakan ya antara galak dan tegas. Saya tegas, bukan galak.” *Jawaban kudu ngelesdotcom*

Jadi terpikir oleh saya, tahukah para orang tua tersebut tentang pola asuh atau gaya parenting orang tua terhadap anaknya? Bagaimana gaya mereka dalam mengasuh anak mereka? Apakah mereka memahami bagaimana cara anda mengasuh anak mereka? Apa efek dari pola asuh yang mereka terapkan? Apakah ada cara terbaik dalam mengasuh anak?

Menurut Diana Baumrind, seorang pakar parenting, pola asuh yang terbaik adalah:
• Tidak boleh terlalu menghukum (punitive)
• Tidak boleh terlalu tak peduli (aloof)
• Dalam menyusun aturan bagi anak tetap bersikap supportive dan membimbing dan mengasuh (nurturant).

Diana Baumrid menggolongkan empat bentuk gaya asuh atau parenting, yaitu:

1. Authoritarian Parenting
gaya asuh yang bersifat:
a) Membatasi dan menghukum.
b) Orang tua otoriter, memerintahkan anak untuk mengikuti petunjuk mereka dan menghormati mereka.
c) Membatasi dan mengontrol anak, tidak mengijinkan anak bertanya.
d) Hanya ada sedikit  percakapan antara anak dan orang tua.

Hasilnya:
a) anak tidak kompeten secara sosial.
b) Anak tidak bisa membuat inisiatif untuk beraktifitas
c) Keahlian komunikasi anak buruk.

2. Authoritative Parenting 
gaya asuh yang bersifat:
a) Positif, mendorong anak untuk independen tetapi masih membatasi dan mengontrol tindakan anak.
b) Terjadi percakapan ekstensif.

Hasilnya:
a) Anak berperilaku kompeten secara sosial.
b) Anak mandiri.
c) Anak tidak cepat puas.
d) Anak yang gaul.
e) Anak memperlihatkan harga diri yang tinggi.

3. Neglectful Parenting 
Gaya asuh yang bersifat:
a) Tidak peduli atau mengabaikan.
b) Orang tua hanya meluangkan sedikit waktu dengan anak-anaknya.
c) Orang tua menganggap bahwa aspek lain dari kehidupan orang tua lebih penting dari kehidupan anak.

Hasilnya:
a) Tidak kompeten secara sosial.
b) Kurang bisa mengontrol diri.
c) Tidak cukup mandiri.
d) Tidak termotivasi untuk berprestasi.

4. Indulgent Parenting
Gaya asuh yang bersifat:
a) Sangat terlibat aktif dalam kehidupan anak tetapi tidak member batasan atau kekangan pada perilaku anak.
b) Membiarkan anak untuk melakukan apa yang diinginkan.
c) Membiarkan anak untuk mencari sendiri untuk pencapaian tujuan.
d) Orang tua yakin bahwa kombinasi dukungan pengasuhan dan sedikit pembatasan akan menciptakan anak yang kreatif dan percaya diri.

Hasilnya:
a) tidak kompeten secara sosial.
b) tidak belajar untuk mengontrol perilakunya sendiri.

Sumber:
Educational Psychology, John W. Santrock

image

Jadi yang manakah gaya pola asuh anda?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s